Rangkuman Materi IPS Kelas 7 Semester 1 Sub Materi Pemahaman Lokasi Melalui Peta

Thursday, August 6, 2020
Peta Indonesia (Dok. Kab. Klaten)

Rangkuman Materi IPS Kelas 7 Semester 1 Sub Materi Pemahaman Lokasi Melalui Peta
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah di permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut Kartografi.  Sedangkan ahli membuat peta disebut Kartografer.


Selain peta sebenarnya ada Atlas dan Globe untuk mengetahuai sebagian atau seluruh wilayah di permukaan bumi. Atlas adalah kumpulan peta-peta yang dirancang untuk disimpan dalam bentuk jilid (buku) atau dalam keadaan lepas-lepas, tetapi dikumpulkan menjadi satu, atau untuk memudahkan Atlas adalah peta yang dibukukan.  Atlas dapat dibedakan berdasarkan wilayah, tujuan, dan isinya.

Sedangkan Globe adalah model tiruan bola bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk bumi sehingga mendekati bentuk yang sebenarnya. Manfaat Globe adalah sebagai berikut :

1. Dapat digunakan untuk mengetahui bahwa bumi itu bula
2. Dapat digunakan untuk mengetahui terjadinya gerhana matahari dan bulan
3. Dapat  digunakan untuk mengetahui rotasi bumi termasuk mengetahui siang dan malam
4. Dapat digunakan untuk garis astronomis yakni garis bujur untuk mengetahui perbedaan waktu dan garis lintang untuk mengetahui perbedaan iklim

Sebuah peta terdiri atas beberapa komponen penyusunannya. Komponen penyusunan peta terdiri dari : 

1. Judul Peta
2. Skala Peta
3. Orientasi Utara
4. Simbol Peta
5. Garis Koordinat 
6. Inset
7. Legenda
8. Sumber Peta

1. Judul peta menunjukkan isi suatu peta. Sebagai contoh, judul sebuah peta, “peta penggunaan lahan di Indonesia”, maka isi dari peta tersebut adalah sebaran penggunaan lahan yang ada di Indonesia berupa permukiman, hutan, perkebunan, dan lain-lain. 

2. Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Contoh, skala sebuah peta adalah 1 : 1.000.000, berarti objek yang jaraknya 1 cm di peta berbanding dengan 1.000.000 cm atau 10 km di lapangan. Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis atau grafis. 

a. Skala Angka. Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000. Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti satuan yang digunakan adalah cm, sehingga skala angka tersebut dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.

b. Skala Garis atau Grafis. Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.


3. Orientasi Utara. Biasanya sebuah peta memiliki orientasi arah utara. Bentuk orientasi ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi. Penempatannya pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.


4. Simbol peta. Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta. Berdasarkan bentuknya, simbol peta dapat dibedakan menjadi:

a). Simbol Titik. Simbol titik pada peta dapat beragam bentuknya. Simbol titik dapat berupa lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dan lainnya. Lambang ibu kota biasanya diberi simbol bujur sangkar, gunung api berbentuk segitiga dan ibukota kabupaten berbentuk lingkaran.


b). Simbol Garis. Simbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan. Simbol jalan biasanya berupa garis kontinu (tanpa putus-putus) dengan ketebalan sesuai dengan kelas jalannya.


c). Simbol Warna. Simbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu karena ada aturan perpetaan. Misalnya warna perairan (sungai, danau dan laut) diberi warna biru, jalan diberi warna merah, dan lain-lain. Warna ketinggian dan kedalaman disesuaikan dengan objeknya yang menunjukkan adanya perubahan secara teratur dan seterusnya. Misalnya, kedalaman laut diberi warna biru dengan tingkat perubahan yang teratur dari biru terang ke biru gelap.

5. Garis koordinat. Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Garis koordinat sangat penting pada peta karena akan menunjukkan lokasi pada peta disbanding lokasi lainnya di permukaan bumi serta menggambarkan karakteristik suatu lokasi atau wilayah yang dipetakan. Sebagai contoh, suatu lokasi yang terletak pada lintang tropis akan memiliki karakteristik iklim tropis.


6. Inset. Inset merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.

7. Legenda. Legenda menunjukkan keterangan semua objek yang ada atau muncul pada muka peta. Pada legenda inilah seorang pembaca peta akan mengetahui tentang objek yang ada pada wilayah yang dipetakan.


8. Sumber peta. Sumber Peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta. Dari sumber peta inilah diperoleh informasi untuk pembuat peta, sehingga bisa dinilai kualitas peta yang dihasilkannya.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi bapak dan ibu guru, peserta didik dan orang tua atau wali murid yang sekarang sedang mengikuti kegiatan belajar dari rumah.  

0 komentar:

Post a Comment test