Huawei Segera Hadirkan Smartphone Gaming di Indonesia

Sabtu, 28 Juli 2018
Huawei Nova 3 (Gambar Huawei.com)

Berdasarkan data dari Newzoo, sebuah perusahaan market intelligence yang melakukan riset mengenai industri gaming, baru-baru ini mempublikasikan laporannya yang berjudul 2018 Global Games Market Report. 


Dari laporan tersebut dijelaskan bahwa pengguna gamer di seluruh dunia mencapai 2,2 miliar, atau dua pertiga dari populasi global. Para penggemar game lebih memilih main game di smartphone dan mereka ini berkontribusi besar pada mobile gaming market mencapai 51 persen pada keseluruhan industri game pada 2018. 

Dengan peluang sebesar itu, maka tidak heran jika pabrikan smartphone terus berupaya membuat hardware yang mumpuni. Kini gaming smartphone perlahan mulai bangkit, banyak perangkat yang didesain khusus untuk menawarkan pengalaman main game yang lebih baik, seperti main game pada PC gaming. 

Gaming smartphone memerlukan hardware yang bertenaga agar lancar dalam memainkan game pada settingan grafis tertinggi. Maka tidak heran jika banyak pabrikan yang memberikan embel-embel “gaming mode” pada perangkatnya, tapi sebetulnya pengalaman yang mereka sajikan masih jauh dari nyaman, apalagi kalau dibandingkan dengan PC gaming, demikian menurut Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia. 

Jadi, bagaimana meningkatkan performa gaming? Biasanya ada dua pendekatan yakni melalui software atau hardware. Biasanya manufaktur harus bekerjasama dengan pengembang game. Seperti yang pernah dilakukan dua manufaktur yang memakai chipset Qualcomm Snapdragon 600. 

Tapi perangkat mereka kurang bertenaga saat menjalankan game populer macam Arena of Valor. Hasilnya mereka bekerjasama dengan Tencent untuk mengembangkan konfigurasi khusus pada perangkat kelas entry level-nya supaya bisa memainkan game-game besutan dari Tencent. 

Sementara itu pendekatan software antara lain membutuh waktu lama untuk pengembangannya dan biasanya tidak stabil. Game berjalan tersendat-sendat pada settingan custom. Tiap aplikasi atau game membutuh settingan custom profile yang berbeda-beda. Jadi, kalau seorang gamer ingin memainkan game yang belum dioptimalisasi, siap-siap saja merasa geregetan.

Pada pendekatan hardware, pengguna harus siap merogoh kocek lebih dalam. Perangkat premium biasanya sudah dilengkapi dengan chipset terbaru dan tenaganya sudah ditingkatkan. Kalau duit bukan masalah bagi Anda, maka pendekatan ini aman-aman saja, meski patut dicatat, bahwa tidak bisa dipastikan bahwa chipset baru akan lebih hemat daya dibandingkan sebelumnya. 

Jadi, setiap pendekatan ada masalahnya dan juga ada solusinya?. Apakah ada solusi bagi perangkat yang terjangkau sekaligus bisa membuat pengguna merasakan pengalaman gaming kelas premium? 

Huawei telah meluncurkan GPU Turbo, yakni sebuah teknologi pengakselerasi proses grafis. Teknologi ini mendesain ulang bagaimana grafis diproses di level sistem, supaya secara revolusioner dapat meningkatkan performa dan efisiensi. 

Teknologi terobosan ini membuat perangkat lama pun mampu menjalankan game terkini yang butuh grafis tinggi. GPU Turbo dari Huawei dibangun di atas framework umum, sehingga ia bisa bekerja tanpa bantuan dari pengembang game. Dan semakin mengerti bagaimana game diproses, dan akan kompetibel dengan lebih banyak game di masa yang akan mendatang. 

Nah GPU Turbo rencananya akan ditanamkan ke dalam smartphone Nova Series terbaru Huawei yang akan diluncurkan pada akhir Juli ini. Smartphone ini akan membuat pengguna smartphone kelas menengah dapat merasakan pengalaman gaming kelas premium, seperti dirilis dari Huawei Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar test